
Navigasi ini dimulai dari syair perang panjang
Dari atas satu tanah tempat kita berpijak terus
menjejak
Pusara penghentak nalar yang coba membaca arah mata angin
Kala itu, mereka bilang persatuan gerakan adalah sesuatu yang tak mungkin
Kita menyemai gagasan demi gagasan, berdiskusi
terbuka atau diam diam
Jembatan Harokah hingga Salam Satu Jari, Hingga kuberlabuh pada dermaga Underground Tauhid
Disini, aku wariskan jurnal untuk para singa tauhid kala itu dalam perjuangan aku harus Pamit Setelah orang yang paling kucintai di Underground Tauhid menusuk belati di Hati hingga hidupku jatuh sakit
Aku dikhianati dalam topeng retorika langit
Pengkhianat ashobiyah yang sengaja memasang dinamit membangun fitnah agar semuanya menjadi rumit
Hingga senyum anakku memberikan ku semangat untuk
bangkit
Aku pernah ada dalam pusara inti dakwah
Mendengar lusinan orang berjualan surga neraka
Sampai aku sadar, itu adalah dunia yang basah
Perputaran uang, eksistensi telah membuat kita lupa, susah bedakan ketulusan dan pura pura
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Dalam sunyi dan pedihnya hidup aku belajar tentang kekuatan memaafkan
Membangun ulang menyusun lilin diantara tulang
belulang Tak ada uang, Tak ada harapan membentang
Hijrah mengajarkan kita berTuhan bukan bertuan
Nilai rahasia keseimbangan Vertikal Dan Horizontal
Ternyata, ada satu bab tertinggal
Buah penghambaan adalah kebermanfaatan tanpa sayap kemandirian semua itu adalah dusta
Jangan hilang kenyakinan kita pada diri sendiri
Menata Kemandirian
Ekonomi Adalah invasi baru yang harus terimplementasi. Karena tak semua masalah harus selesai diujung pedang dan anak panah
Adakalanya kita belajar
Pada Ustman yang membeli Sumur sang Yahudi Atau kesabaran Rasulullah di perjanjian Hudaibiyah Sebelum Ia berangkat menaklukkan Mekkah tanpa perang tanpa pertumpahan darah
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Kordinasi sandi nurani
Tak ada kompromi, kita samakan frekuensi bergerak kembali dalam filterisasi ketulusan hati
Kami masih disini! Hidup mulia atau mati syahid masih jadi harga mati
Jadilah adil dan bersolusi, Tegaplah dalam kelembutan hati, Tegas tak harus menyakiti, Bijak dengan kekayaan literasi
Hargai perbedaan pendapat dalam khasanah argumentasi
Jangan marah, jangan dendam, ikhlas adalah kekuatan berkelas
Senyap bertahap merayap mengendap-ngendap menembus
gelap
Aku berjihad karena Allah bukan karena Umar Bin Khatab: Itulah warisan Khalid bin Walid yang wajib kita ingat
Samakan irama berkelana menebar jala mengajak sebanyak banyaknya ke rumah Allah
Hingga kembali ke bawah tanah Semiotik Underground
Senyawa dari kualitas tauhid
Hakikat dari Underground Tauhid
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Oleh : Richard Stephen Gosal/Thufail al-Ghifari

Tinggalkan komentar