Underground Tauhid
Pict : Andrew Judd, 1958 – Paint The Future

Navigasi ini dimulai dari syair perang panjang

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak terus
menjejak

Pusara penghentak nalar yang coba membaca arah mata angin

Kala itu, mereka bilang persatuan gerakan adalah sesuatu yang tak mungkin

Kita menyemai gagasan demi gagasan, berdiskusi
terbuka atau diam diam

Jembatan Harokah hingga Salam Satu Jari, Hingga kuberlabuh pada dermaga Underground Tauhid

Disini, aku wariskan jurnal untuk para singa tauhid kala itu dalam perjuangan aku harus Pamit Setelah orang yang paling kucintai di Underground Tauhid menusuk belati di Hati hingga hidupku jatuh sakit

Aku dikhianati dalam topeng retorika langit
Pengkhianat ashobiyah yang sengaja memasang dinamit membangun fitnah agar semuanya menjadi rumit

Hingga senyum anakku memberikan ku semangat untuk
bangkit

Aku pernah ada dalam pusara inti dakwah

Mendengar lusinan orang berjualan surga neraka

Sampai aku sadar, itu adalah dunia yang basah

Perputaran uang, eksistensi telah membuat kita lupa, susah bedakan ketulusan dan pura pura

Terkepal Bara

Kalam Amarah

Taklukan Dunia

Jangan Menyerah

Dalam sunyi dan pedihnya hidup aku belajar tentang kekuatan memaafkan

Membangun ulang menyusun lilin diantara tulang
belulang Tak ada uang, Tak ada harapan membentang

Hijrah mengajarkan kita berTuhan bukan bertuan

Nilai rahasia keseimbangan Vertikal Dan Horizontal
Ternyata, ada satu bab tertinggal

Buah penghambaan adalah kebermanfaatan tanpa sayap kemandirian semua itu adalah dusta

Jangan hilang kenyakinan kita pada diri sendiri

Menata Kemandirian

Ekonomi Adalah invasi baru yang harus terimplementasi. Karena tak semua masalah harus selesai diujung pedang dan anak panah

Adakalanya kita belajar

Pada Ustman yang membeli Sumur sang Yahudi Atau kesabaran Rasulullah di perjanjian Hudaibiyah Sebelum Ia berangkat menaklukkan Mekkah tanpa perang tanpa pertumpahan darah

Terkepal Bara

Kalam Amarah

Taklukan Dunia

Jangan Menyerah

Kordinasi sandi nurani

Tak ada kompromi, kita samakan frekuensi bergerak kembali dalam filterisasi ketulusan hati

Kami masih disini! Hidup mulia atau mati syahid masih jadi harga mati

Jadilah adil dan bersolusi, Tegaplah dalam kelembutan hati, Tegas tak harus menyakiti, Bijak dengan kekayaan literasi

Hargai perbedaan pendapat dalam khasanah argumentasi

Jangan marah, jangan dendam, ikhlas adalah kekuatan berkelas

Senyap bertahap merayap mengendap-ngendap menembus
gelap

Aku berjihad karena Allah bukan karena Umar Bin Khatab: Itulah warisan Khalid bin Walid yang wajib kita ingat

Samakan irama berkelana menebar jala mengajak sebanyak banyaknya ke rumah Allah

Hingga kembali ke bawah tanah Semiotik Underground
Senyawa dari kualitas tauhid

Hakikat dari Underground Tauhid

Terkepal Bara

Kalam Amarah

Taklukan Dunia

Jangan Menyerah

 

Oleh : Richard Stephen Gosal/Thufail al-Ghifari

 

Posted in

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai