Kategori: Perlawanan

  • Merebus Bakwan

    Oleh: AgungHyt Mendadak Kepala Adat mengumpulkan semua pegawai desa I-lus-i. Dengan suara lembut diiringi nyengir tipis, Kepala Adat menyilakan Sang Istri tercinta untuk duduk di atas kursi yang terbuat dari kayu mahoni untuk menyampaikan sesuatu. “Sodara-sodara, harap semuanya tenang dan simak baik-baik,” kata Kepala Adat sebagai pimpinan tertinggi di desa I-lus-i. Setelah semua hening, Kepala…

  • Membela Prinsip Kapitalis

    Oleh Agung Hidayat Saya membayangkan bagaimana jadinya kalau kapitalis itu seorang yang bertabiat pemalas, tidak disiplin, tidak tertib? Tetapi satu hal yang penting. Bertabiat tidak disiplin dan mudah patah arang bukanlah prinsip seorang kapitalis —atau yang bercita-cita menjadi kapitalis— dan tidak mungkin menjadi kapitalis. Kita semua tahu, terkadang kapitalis punya cerita hidup yang panjang. Lalu…

  • Mantra Konservatif

    Oleh : Agung Hidayat Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap Roy Murtadho sebagai aktivis kiri yang beberapa pandangannya saya sepakati khususnya terkait perjuangan kelas. Saya mengajukan tanggapan atas pandangannya tentang konservatisme beragama. Tempo hari Roy Murtadho memuat foto seorang perempuan dan anak perempuan beserta caption di dinding facebooknya tentang Taliban, keberjilbaban dan aturan pertubuhan (perempuan).…

  • Setunggal

    Satu hal yang kukhawatirkan, tentang waktu yang terus bergerak maju, orangtua yang semakin menua dan sesakitan, dan dosa sosial yang kian menumpuk. Terjatuhlah aku ke dalam jurang kemungkinan di antara bukit kepastian dan ketidakpastian. Sampai pada titik paling membingungkan, aku menjajakan mimpi-mimpiku. Mimpi adalah barang dengan nilai daya tawar tertinggi yang kumiliki, selain itu aku…

  • Kekuasaan kopong makna

    Oleh: Agung Hyt Godaan kekuasaan, beratnya, melampaui godaan sepiring nasi padang. Bedanya, kalau nasi padang membawa kepada kenikmatan perut. Kekuasaan membawa kepada kenikmatan yang paripurna. Bagaimana tidak, dengan kekuasaan Anda bukan cuma dapat membeli nasi padang tetapi juga beserta kedai-kedainya bisa Anda borong, kalau perlu, gadisnya juga. Ups. Karena kekuasaan begitu menggiurkan. Maka tidak heran…

  • Menyelam di lautan pseudo

    Oleh: Agung Hyt Di salah satu artikelnya. Bung Geger Riyanto menguliti habis para milenial inovator pengobral “mimpi”. Ruh dari artikelnya adalah Bung Geger hendak menunjukkan kepada kita. Bahwa orang-orang yang disebut milenial inovator itu tak pantas menjadi panutan. Lebih-lebih panutan dalam hidup berkehidupan. Sebab panutan memberi hidup secara jujur. Bukan secara tipu-tipu. Selanjutnya, Bung Geger…

  • Hikmah dan Perlawanan

    Oleh: Agum Hyt Sekarang, saya merasakan kata “hikmah” terasa dalam dan sarat makna. Sekarang, mendengar kata “hikmah” kepala saya bakal spontan menunduk dan mata berkaca-kaca—mencari-cari pertalian antara realitas dan pelajaran. Padahal dahulu, kita menganggap kata ini cuma pelarian bagi orang-orang yang kalah. Fenomena kemelaratan dan kesengsaraan baik dalam arti lahiriah maupun batin telah menyeruak ke…

  • Perihal Ketidakpercayaan

    Oleh: agung h. Apakah kamu pikir seseorang akan ujug-ujug tidak mempercayaimu tanpa sebab yang jelas? Apakah kamu pikir ketidakpercayaan itu otomatis bersifat naif? Apakah kamu pikir semua manusia di tanah pertiwi ini bodoh kecuali para birokrat, politisi, dan elit organisasi? Kamu boleh mengatakan bahwa segala hal yang kamu ambil dan putuskan adalah sebesar-besarnya buat kepentingan…

  • Perihal Keberpihakan

    Oleh : agung h. Dalam pandangan Ali-Syariati, manusia adalah mahluk dua dimensi, (terj. Syari’ati, 1995: 6). Pada hakikatnya manusia berasal dari sesuatu yang rendah: tanah dan air yang nista. Akan tetapi di lain sisi Allah meniupkan roh ke dalam diri manusia—dimensi spiritual, cenderung naik ke puncak kesucian. Pada titik ini manusia memiliki unsur keilahian. Karena…

  • Manusia Pergerakan dan Era Disrupsi

    Oleh : agung h. Tidak ada satupun founding Fathers yang menghabiskan hidup hanya di satu tempat. Pada umumnya mereka meloncat-loncat dari pulau yang satu ke pulau lainnya. Alasannya beragam, ada yang karena dikejar-kejar musuh (baca, kolonial). Ada karena tugas diplomatik. Ada juga karena suatu tugas kemanusiaan; kampanye kemerdekaan dan pembebasan, misalnya. Mungkin telah kita ketahui obituari seorang Ratu…

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai