Kategori: Langkah
-

Selain virus yang dapat menyebar secara cepat. Krisis kesetiaan dan kesungguhan juga bagian dari penyakit yang mewabah. Tengok saja. Berita mengumumkan satu persatu politisi tersandung kasus korupsi. Ia tak setia pada amanahnya. Para pengusaha menyedot keringat para buruh lalu memakinya dengan balasan gaji yang tak seberapa . Ia menghianati kemanusiaan. Para dosen yang mempersulit proses…
-

Oleh: Agung Hyt Setelah melobi bagian Tata Usaha kampus. Akhirnya, ia berkenan mengeluarkan surat bahwa aku benar sebagai mahasiswa kampus tersebut. Dengan surat ini, akan kucoba mencari jalan tikus. Barangkali ada celah agar bisa kutuntaskan apa yang telah kumulai. Kadang-kadang kita memang harus seperti tikus, tidak penting jenis makanannya, yang penting makan. Selepas itu, aku…
-

Oleh: Agum// Setiap “rezim pengurus” akan selalu berganti dan akan pergi menjadi masa lalu, tetapi Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai suatu lembaga yang berkonstitusi dan memiliki tujuan akan tetap ada, namun keberlangsungan PII sebagai lembaga, sebagai suatu “perahu pergerakan” tidak dapat tumbuh dan berjalan sendiri, harus ada “pilot, manajer, dan sebagainya.” yang menyelenggarakan misi-misi secara…
-

Kita harus bertemu. Sebelum kesinisan dan kebencian menumpuk di ujung matamu. Kita harus bertemu. Ada yang belum selesai. Ia tertahan di ujung lidahku yang kelu. Kita harus bertemu. Menuntaskan segalanya. Lalu berjalan ke ujung kota menatap lautan utara. Menemui ketenangan dari riuhnya kebisingan. Tapi, matamu masih saja kosong. Melaju cepat dan jatuh di antara jurang…
-

Oleh : agung h. Kemarin malam. Waktu saya sedang meriang-meriangnya. Tiba-tiba, kisah lama bergantian memerangi pikiran. Ketika mengingatnya. Pada sebagian kisah, saya tersenyum-senyum. Pada sebagiannya lagi, saya tertunduk murung. Saya teringat waktu pak Husen Sinaga yang seorang Nasrani bercerita di kelas. Saya bisa dibuatnya tertawa terpingkal-pingkal. Dia lucu dan mesum. Begitu juga ketika Bleky (nama…
-

Oleh: agung h. Narasi ‘Fatum Brutum Amor Fati‘ — ‘Mencintai takdir meskipun takdir itu kadang brutal’ — adalah pandangan yang harus dipertimbangkan. Kita perhatikan lekat-lekat. Ada miliaran manusia di bumi. Adakah dari mereka yang hidup tanpa persoalan? Kita tampil ke muka meneriakkan keluh kesah. Sembari menyebut satu persatu nama mahluk di kebun binatang. Kita mengutuk…
-

Oleh: agung h. Pada waktu-waktu yang lalu ada suatu peristiwa yang membuat ku tergerak untuk menulis ini, bagaimana detailnya biarlah kami yang tahu. — Kita mulai dari satu kata yang sering dibicarakan orang “takdir”. Jika seluruh gerak hidup manusia memiliki takdirnya maka tak perlulah ada orang-orang yang berjuang siang malam di luar sana—buat mengangkat derajatnya.…