Jadi. Tidak apa-apa, Tuhan. Tidak apa-apa. Aku percaya kepada-Mu.
Kalimat itu ia ucapkan dengan suara parau setiap kali malam datang bertamu. Ketika waktu semakin mengangkang dan dirinya masih berupa tumpukan kemungkinan.
Tidak apa-apa, Tuhan.
Aku percaya kepada-Mu.
