Kategori: Puisi

  • Yang Berguguran

    /1/ berpangkal, keinginan para perawan di ujung siang menumpahi kata menimbangi diri /2/ pejalan, bermain dadu di pelataran rindu /3/ sampai saatnya waktu menghampiri; pejalan mati oleh tumpukan-tumpakan, kemungkinan-kemungkinan /4/ pejalan, menanam kesungguhan merindang lah wahai ketabahan menuai penantian, bunga-bunga berguguran

  • Cilaka

    Gubahan : agung h. — aku meminta mu bercinta dalam keberpikiran membentuk anak-anak peradaban, serta membangun pondok kebajikan namun, kau menutup mata dari kesakitan manusia-manusia kau katakan “aku hidup karena cinta” namun, disaat bersamaan kau bunuh cinta-cinta yang bertebaran di jalan-jalan di gorong-gorong di tumpukan sampah cinta adalah kemanusiaan cinta mana yang kau maksud? yang…

  • Pandangan Mata Telanjang

    oleh: agung h. tak ‘kan kau temukan kebaikan pada dirinya ia adalah kebalikan dari kebaikan tak ‘kan kau temukan ia dimana-mana kecuali, pada apa yang paling kau muak tak ‘kan kau temui senja pada matanya ia tenang di perbukitan kesunyian tak ‘kan kau cintai ia dari balik bukit dari bawah laut dari dalam lumpur yang…

  • Biar Ina Tenang

    Jika suatu hari nanti kupulang Hujan-hujan membasahi kelopak perasaan Maka mekarlah segala yang sakit Maka tumbuhlah segala yang obati Jika dengar degup jantung kuingat Peluk ringan tanganmu merintih kerinduan Pergi langkahku menopang matamu Lekaslah sembuh luka di kisahmu Mama aku ingin jadi begini saja Mama jangan paksa aku ‘tuk jadi mereka Maka jangan takut nanti…

  • Syair-syair Melankolik

    Aku Malam bertanya siapakah akuakulah yang melangkah dengan resah dalam kedalaman malamakulah diam yang berontakkusimpan rahasiaku dengan diamkuselimuti hatiku dengan curigadan di sini, aku tersiksa sebagai tawanandenting masa bertanya dan menatapkusiapakah sebenarnya akuangin pun bertanya siapakah akuakulah jiwanya yang kebingungan dan diingkari  waktuaku seperti dia, tiada bertempat tinggalkami terus melangkah tiada hentikami terus berjalan tiada…

  • Engkau dalam Tiga Bagian

    Bagian 1—agung h. Maaf masih tersisa bagian tubuh itu dari rindu yang mencari tuannya langit murung dan dingin menebar sunyi menusuk jiwa apabila dapat kau tembus dinding batas itu kau akan melihat, bahwa kita sama-sama terkapar dalam rindu yang bengis tampaknya, waktu bersekongkol dengan jarak, bersepakat menyekat membunuh siasat anak-anak rindu meronta-ronta, ku teriakkan sesak…

  • Ujungbatu

    Oleh : agung h. masih ku ingat, tubuh kurusmu binar tajam serupa mata elang pohon-pohon semampai, muara nyawa orang-orang desa saat beduk telah di tabuh, segala yang zahir terperangkap dalam sunyi kita berlari, mengulangi mencari setitik cahaya yang masih tersisa beduk berdentang lima kali, tak luput gelagak tawa mengundang amarah aku tak peduli di persayapan…

  • Surat ini  Ku titipkan pada hujan Apa bila nafasku terengah-engah Sementara waktu menanti-nanti Surat ini  Ku titipkan pada waktu Apa bila tubuhku kalah Tanganku tak lagi menulis puisi . . . Dan ketika saat itu telah tiba Temui aku dalam puisi-puisi yang kau baca Lalu katakan: aku juga ! Atau  Buang kertas-kertas itu Caci aku.…

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai