Oleh Sukarno
Suatu hari saya berbicara di dunia pikiran tentang kehidupan saya.
Ketika masih muda saya kehilangan setiap kesenangan dalam kehidupan material. Saya tidur di atas dipan bambu. Tidak ada lampu listrik di rumah saya. Saya membaca dalam terang dari lampu minyak tanah kecil.
Tapi kemudian saya meninggalkan dunia ini, dunia material ini. Dan saya mencari penghiburan saya dalam buku-buku. Saya meninggalkan dunia material ini dan pergi ke dunia pikiran.
Dan di dunia pikiran itu, saya bertemu dengan banyak orang besar. Saya bertemu dengan Dante, Mazzini, Marx, Engels, dengan Rosa Luxembourg, Liebknecht, Gladstone, dan saya bertemu Hitler.
Ya, saya bertemu dengan Hitler. Saya membaca Mein Kampf tiga kali. Tetapi saya juga membaca Konrad Adenauer.
Saya membaca pemimpin revolusi Prancis: Mirbeau, Marat, Danton.
Ini yang saya maksud di dunia pikiran. Saya bertemu dan saya berbicara dengan Plekanov. Saya berbicara dengan Lenin. Saya berbicara dengan Sun Yat-Sen dari Cina. Saya berbicara dengan para pemimpin Jepang baru, dengan Okuma, dengan Saigo Takamori. Saya bertemu dengan seorang nasionalis besar dari Filipina, Rizal.
Dari mereka saya mendapat ide, dan semua ide itu saya masukkan ke dalam “great jack” dan saya menggulung ide-ide itu, lalu saya sampai pada ide saya sendiri: Pancasila. Dan kemudian (Pancasila) jadi lima jimat Revolusi Indonesia.
Sumber:
Disarikan dari wawancara Sukarno dengan Wartawan Asing. https://youtu.be/qjQhG3rvJBM?si=QfeUs-SsV5PgbpQH. Diakses pada 20 Januari 2024.